Archive | Cloth Diaper RSS feed for this section

My Little Contribution To The Mother Earth

1 Apr

This is actually my repost from my writing that I submitted to cloth nappy tree and also posted in friendster’s blog.

Have you ever wondered how many disposable diapers (popok sekali pakai) that each child uses from birth to potty? It’s staggering 6000 disposables. In Canada and US alone 20,000,000,000 disposables discarded each year. Where do they go? They’re thrown into the landfill sites. Do you want to know what happen to them? As the landfill sites don’t provide condition for them to decompose, they become mummified and retain their original weight volume and form. Yep! They can’t degrade or decompose (as they’re more plastic than paper), and they will stay there for at least 500 years.

On top of that, human faeces can contain harmful pathogens (for example, babies who have been vaccinated for polio will excrete poliovirus) when faeces are discarded with disposable diapers there is potential for public exposure (via rodents, pets, flies or birds). We do like white diapers, don’t we! Do you know how they make these disposables so white? They’re made mostly from wood pulp which then undergoes whitening and softening process when it is exposed to chlorine-based bleaching agents. This process produces a harmful by-product called dioxin released into the environment which also remains in minute quantity in the wood pulps which are then transformed into disposables. Dioxin has been called the most toxic substance ever produced and has been associated with birth defects, miscarriage, cancer and genetic damage. No one knows exactly how much exposure to dioxin is required for disease to develop. It is toxic in very small amounts.

What is great about disposables is that they’re so absorbent. But, have you ever wondered why they are so absorbent. It’s because of another chemical in the disposables that is called sodium polyacrylate. This substance turns your baby’s urine into gel. Sodium polyacrylate can absorb 100 times its weight in liquid. This is why disposable diapers are so absorbent. The use of this chemical has been associated with severe diaper rash and bleeding perennial and scrotal tissue, because it pulls fluid so strongly that it excoriates human tissue. No neutral long term study of any kind has been done to assess the affect over time, of contact of this substance with vulnerable genital tissue.

I used to think that there’s no way I would use cloth diapers/nappies (popok kain). Are you mad? My life is hard enough with two kids and I don’t need extra load of work, cleaning the floor, wet mattress, etc plus extra washing clothing, bed sheet, blanket etc, etc. But, after 3 months of looking at, smelling piles of stinking disposables diapers in our bin, I started to get fed up and did more research. Hey!! The modern cloth diapers (popok kain) aren’t like the ones we used to know.  They’re cute, absorbent, easy to use, good for your baby’s health, and don’t forget you’re also helping the environment.

Many people would think that using cloth nappy is gross because you have to deal with poo. But, in my opinion, disposables are gross as you have this nappies with poo sitting in your bin for a week! With cloth, I use liners to line the nappies. You can choose paper, fleece or silk liners.  The biodegradable, unbleached paper liner can be thrown in the toilet and flushed after being pooed, so no poo sitting in your bin. The fleece and silk liners are washable. Once it has been pooed, it can be sprayed with water spray gun (like the one in modern indonesian toilet) to remove the poo, then they can be washed. How do you wash these cloth diapers? I don’t wash them but my washing machine does it for me;) Yep! You don’t need to do anything extra, no need to soak them, just dump the dirty cloth diapers in the tight closed lid nappy bucket and wash them in the washing machine on the washing day (2-3 days in between). Easy peasy!! But, how do we deal with stain? The sun is a natural bleaching agent! Try it for yourself if you don’t believe me.

To be honest, have you ever thought of being in your child shoes? How does it feel to sit on the disposable (plastic) diaper? (not forgetting that most children walk around and sit on the bulk gooey diaper after they peed on it). We, adults, like to wear nice cotton/silk underwear while our precious little prince/princess are wearing plastic nappies/diapers.

Perawatan Popok Kain (Clodi / cloth diaper)

31 Mar

Clodi seperti prefold menurutku paling mudah dirawat sedangkan clodi yg menggunakan fleece  dan microfibre seperti pocket diaper dan AIO, perawatannya mesti hati2.  Beberapa hal yang harus dipikirkan dalam perawatan popok kain/clodi ini:

1.  Pencucian

Sebaiknya pencucian clodi disesuaikan dengan instruksi dari pembuatnya.  Biasanya PUL (bahan diaper cover yang membuatnya anti tembus air) tidak baik sering dicuci dalam air terlalu panas, dan lapisan anti tembusnya dan karetnya bisa cepat rusak.  Karena di rumah saya harus mengerjakan semua sendiri, maka semua penyucian clodi saya tugaskan ke mesin cuci.  Saya biasanya selang seling antara setting 40derajat dengan 60derajat.  60 derajat utk membunuh kuman dan 40 derajat utk menghemat energi.  Rutinitas penyucian tergantung masing2 individual, kalau saya, clodi dibilas di mesin cuci dgn air dingin menggunakan wool cycle dengan sedikit lavender oil dan 1sdt bicarbonate soda.  Lalu either 40 derajat atau 60 derajat setting dgn prewash, saya taruh 3/4 detergent di prewash drawer dan 1/4 di main wash drawer dan sedikit cuka di bagian softener.  Cuka? sedikit aja berguna karena air di daerah saya mengandung banyak mineral deposit (limescale).

2.  Pemilihan deterjen

Sepertinya pusing juga yah, udah beli clodi mahal2 tapi perawatan salah akhirnya menyebabkan bau atau rusak.  Itu biasanya yang membuat pengguna clodi putus asa.  Sebagai guideline dalam pemilihan deterjen, yaitu pilih deterjen yang NO BLEACH, NO softener, JANGAN yang soap base (krn mengandung oil), kalau bisa hindari optical brightener krn bisa membuat iritasi di kulit tapi kalo pembilasan bagus dan tidak meninggalkan residue, optical brightener mungkin gak apa2.  Jadi  deterjen yang bagaimana cocok untuk clodi, biasanya deterjen yg ash base, ditulis di ingredient list-nya:  ZEOLITE (ini berarti bukan soap base).  Kalau anak anda sangat sensitive, biasanya ada detergent yang tidak mengandung enzyme, kalo di inggris biasa disebut dengan non-bio yang diperuntukan untuk mereka yg berkulit sensitif.

Seberapa banyak detergen yang dipakai untuk mencuci clodi? 1/2 dari yg direcommend di box deterjen utk sekali cuci

3.  Perawatan mesin cuci

Di daerah tempatku tinggal airnya mengandung mineral deposit yang disebut limescale. Jadi sekali2 mesin cuciku  mesti dibersihkan dari endapan mineral.  Caranya: gampang kok, mesin cuci kosong, jalankan dengan setting yg paling panas (90derajat), taruh 1sdm cuka.  Kalo tidak dibersihkan, berarti pembilasan clodi tidak optimal seperti membilas dengan air kotoran, jadi sama juga bohong.  Sebaiknya maintenance wash dilakukan tiap 1-2 bulan sekali.

4.  Pemilihan Penyimpanan clodi kotor (diaper pail)

Biasanya ada 2 macam cara penyimpanan clodi kotor (diaper pail), wet and dry diaper pail.  Wet diaper pail, clodi kotor direndam di ember, kalau disimpan lebih dari 1 hari, air mesti sering diganti krn bisa bau pesing dan berjamur.  Kalau menggunakan diaper pail basah, air jangan dicampur detergent terlalu lama, karena detergent bisa merusak PUL (bagian yg anti tembus air).  Sedangkan  cara diaper pail kering adalah cara menyimpan clodi kotor TANPA air.  Saya sendiri menggunakan cara diaper pail kering tapi saya memisahkan antara clodi yg kena pup dan yg hanya dipipisin.  Clodi yg kena pup, biasanya saya langsung bilas dgn air dingin supaya tidak membekas di clodi.  (note: Jangan bilas dengan air panas, krn air panas men-set noda dan malah membuat clodi berbekas).

Gimana sih caranya supaya diaper pail gak bau? Kalo diaper pail basah, mungkin bisa taruh setetes lavender oil, tapi sering mengganti air adalah cara terbaik untuk mencegah diaper pail menjadi bau.  Sedangkan untuk diaper pail kering, biasanya saya taruh, paper liner yg sudah saya tetesi lavender oil, taruh paling bawah sebelum clodi ditaruh, lalu setiap hari saya taburi bicarbonate soda.  Saya biasanya mencuci clodi 2x seminggu, jadi kadang bisa 3 hari clodi diam di diaper pail.

5.  Stripping

Waktu pertama membaca kata stripping kok kayaknya vulgar amat yah, walah… artinya ternyata beda bener ma yang aku pikirkan.  Stripping itu istilah di dunia per-clodi-an USA untuk menghilangkan residue yg tertinggal di clodi krn deterjen build up.  Tanda2 clodi butuh di-strip, adalah bau pesing, biasanya clodi hanya bau pesing kalo sudah lebih dari 1 hr di diaper pail dan itupun tidak terlalu bau.  Kalo baunya gak ketulungan, itu berarti ada detergent build up.  Biasanya clodi yang dilapisi dengan fleece, microfiber inserts  dan hemp sangat prone terjadi deterjen build up.  Gimana caranya men-strip clodi, ada beberapa cara, tapi cara yg memungkinkan buat Indonesia mungkin direbus.  Sebelum direbus, clodi mesti dicuci, bilas dahulu.  Kemudian baru di taruh di dalam panci yg diisi dengan air mendidih, gak usah terlalu lama, sampai air berubah menjadi keruh dan berbusa (biasanya sekitar 1-5menit), lalu diangkat, bilas TANPA deterjen, bisa pakai tangan atau di mesin cuci.  Cara lain untuk men-strip clodi adalah dengan menggunakan mesin pencuci piring (dishwasher), clodi yg sudah dicuci yg mau distrip bisa ditaruh di dishwasher, tentunya tanpa peralatan makan.   Stripping sebenarnya tidak dianjurkan terlalu sering, paling 6 bln sekali, soalnya stripping bisa merusak PUL dan karet.  Beberapa Clodi-ku pernah di-strip 2 kali, langsung karetnya melar, akhirnya malah tidak bisa dipakai lagi :(

Serba Serbi Prefold

30 Mar

Utk ibu2 yg mau menghemat, sebenarnya prefold merupakan popok kain yg sangat ekonomis.  Di samping murah, juga paling mudah dirawat, karena tidak takut karet/elastic-nya rusak (karena memang gak ada karetnya), jarang bermasalah dengan detergent build up (bahan2 seperti katun dan bambu tidak begitu bermasalah dengan detergent build up, tidak seperti microfibre, fleece atau hemp yg sering bermasalah).  Prefold juga mudah dibuat sendiri.  Karena bentuknya yg hanya persegi panjang yang ditumpuk tergantung keinginan yang lalu ditengahnya diberi lapisan lebih banyak.

Prefold ini memang membutuhkan peniti atau snappi dan juga diaper cover (eg. PUL wrap, wool pull on, dll).  Tetapi diaper covernya tidak perlu banyak, paling 4 – 5 sudah cukup.  Diaper cover bisa dipake ulang asal tidak kotor atau kena pup (sebaiknya diangin-anginkan dulu sebelum dipakai lagi) sedangkan pocket (eg. bumwear, fuzzibunz) sekali pake harus langsung dicuci walaupun tidak kena pup.   Saya biasanya nyuci diaper 2x seminggu, sehari saya alternate 3 cover. Covers sgt cepat keringnya dan tidak perlu dicuci dengan derajat tinggi, malah gampang dicuci pakai tangan.  Diaper covers juga bisa masuk mesin cuci dengan cucian lainnya (saya mencuci clodi terpisah dengan cucian rumah lainnya).

Cara pemakainnya juga sangat mudah. Mungkin dgn foto bisa membantu.


Ada beberapa cara juga utk melipat prefold, coba bisa lihat di sini

Kalo anda punya toddler yang waktu mengganti popok tidak lagi mau tiduran, ada cara pemakaian prefold dengan peniti dari belakang seperti anak saya di bawah ini.

Popok kain untuk pemula

30 Mar

Popok kain atau cloth diaper (clodi) atau cloth nappy (di inggris) sudah mulai banyak digemari.  Jaman dulu, saya kenal popok kain itu kain tipis yg ada talinya.  Dulu pas punya anak pertama tuh bingung, kok tipis begini yah, jadi abis pipis langsung ganti semua.  Mungkin fungsinya cuma utk menampung pup kali yah, itupun gak bisa menampung pup newborn yang pupnya terkenal encer dan explosive.  Tapi clodi jaman sekarang beda sekali, udah canggih2.  Sebagai pemula pengguna clodi pasti binggung dengan istilah yg aneh2.  Saya coba bantu yah untuk sedikit menjelaskan.  Sebagian post saya ini adalah repost saya dari sebuah forum (malas mesti ngetik lagi)

Sebenarnya ada beberapa sistem cara penggunaan clodi yang dikenal di negara eropa dan USA:

1.  2-parter (dua bagian), jadi ada popoknya yg berfungsi untuk menyerap pipis dan menampung pup dan juga ada diaper cover yang anti tembus (waterproof).

Popoknya sendiri tidak ada waterproofnya, biasanya ada beberapa macam:

  • Prefolds, dibuat dari tenunan katun tapi ada juga dari bahan bambu, bentuknya persegi panjang dijahit tiga bagian, dibagian tengah biasanya lebih tebal.  Untuk mengetahui ketebalan, biasanya ditulis 2x3x2 (dua lapis kiri kanan dan 3  lapis bagian tengah), atau 4x6x4 atau 4x8x4.  Biasanya ada 3 ukuran, small, regular dan toddler tapi tiap merk atau jenis prefold berbeda2.  Prefolds bisa dipakai dengan snappi (nappi nippa in UK) atau peniti.  Prefolds juga bisa dipake sebagai booster atau insert untuk pocket nappy.
  • Fitted Diaper,  clodi ini sudah dibentuk seperti celana dalam terbuka, ada elastic dibagian paha dan biasanya ditutup pake velcro atau kancing plastic snap.  Banyak sekali brand2 fitted diaper dan bahan2 pembuat diaper jenis ini, ada katun,  bahan handuk (cotton terry), bambu dan hemp.

Sedangkan diaper cover ada dua macam:

  • Diaper Cover atau diaper wrap, ini bagian luar anti tembus (waterproof).  Jadi, gak usah ganti baju atau ganti sprei tiap kali baby pipis.  Diaper cover bisa terbuat dari PUL (polyutherane laminate), fleece atau wool.
  • Soakers/pull on pants, fungsinya juga sebagai penghalang atau barrier anti tembus.  Tapi, soakers bentuknya lebih seperti celana dalam, jadi tidak ada velcro atau kancing, biasanya terbuat dari wool atau fleece

Kelebihan 2 parter:

  • perawatan lebih mudah, eg. kalo mesti stripping clodi, diaper cover-nya gak usah di-strip jadi lebih awet
  • lebih murah, prefold sangat murah dan fitted diaper juga tidak terlalu mahal dibanding pocket atau AIO (all in one).  Diaper cover tidak butuh sebanyak popoknya.  Kalau hanya dipipisin (gak kena pup), bisa diangin-anginin dan di selang seling, jadi dalam satu hari misalnya 2-3 diaper cover.  Biasanya, kalo gak kena pup, bisa saya pake 2-3 utk 2 harian.
  • Diaper cover lebih awet krn tidak harus di cuci tiap hari.  Apalagi kalo pake wool pull-on, biasanya saya hanya cuci kalo kotor, dan kalo udah pesing (berarti sudah tidak anti tembus), jadi jarang sekali, paling 2 minggu sekali dicuci (kalo tidak kena pup).
  • Fit better dan juga jarang bocor krn diproteksi 2 kali, dgn popoknya sendiri ditambah dgn covernya.

Kekurangannya:

  • kurang praktis apalagi kalo dibawa2
  • kebanyakan lebih bulky daripada pocket.

2. Pocket, terdiri dari popoknya sudah termasuk waterproof (biasanya PUL atau fleece), contohnya bumwear, fuzzibunz, blueberry, dll. Yg lagi populer sekrg ini adalah bahan minkee karena sangat lembut. Kelebihan pocket, keringnya paling cepat diantara 3 sistem, lebih praktis apalagi untuk dibawa2, tidak terlalu bulky.  Sedangkan kekurangannya: biasanya fleece lining yg prone dengan detergent build up, jadi mesti hati2 perawatannya, lebih mahal dari pada 2 parter dan kadang suka bocor kalo pemakaian tidak tepat (misalnya terlalu kencang atau kekendoran)

3. AIO (all in one) dan AI2 (All in 2). AIO, popok dan cover-nya semua dijahit jadi satu. Kalo pocket, waktu dicuci, insertnya mesti dikeluarkan. AIO, semuanya dijahit jadi satu, jadi gak usah pake insert. Kekurangan keringnya paling lama, perawatan paling susah diantara ketiga sistem karena mudah terjadi detergent build up kalo bilasnya kurang bersih.  Saya, personally, tidak suka AIO.  Dari ketiga sistem, cuma AIO yg sudah berkali2 saya strip.  AI2, mirip dgn 2 parter, tapi bedanya AI2, popok kainnya dikancing dengan diaper covernya, jadi popok kainnya tidak bisa dipakai sendiri, sedangkan fitted diaper dan prefold, bisa dipakai tanpa diaper cover.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.